AppPage.net

Screenshots

  • Misykat Al-Anwar screenshot 1
  • Misykat Al-Anwar screenshot 2
  • Misykat Al-Anwar screenshot 3
  • Misykat Al-Anwar screenshot 4
  • Misykat Al-Anwar screenshot 5
  • Misykat Al-Anwar screenshot 6
  • Misykat Al-Anwar screenshot 7
  • Misykat Al-Anwar screenshot 8

About Misykat Al-Anwar

Terjemah Kitab Misykat Al Anwar diantara isinya membahas tentang cahaya dalam Pengertian Kaum Khusus

Telah diketahui bahwa rahasia cahaya dan ruhnya ialah ketampakkannnya bagi suatu daya cerap. Akan tetapi pencerapan tergantung, selain pada adanya cahaya, jug adanya mata yang memiliki daya lihat. Meskipun cahaya disebut sebagai sesuatu yang tampak dan menampakkan, tidak ada suatu cahaya yang tampak dan menampakkan bagi orang buta. Dengan demikian, dapatlah disimpulkan bahwa “jiwa (ruh) yang melihat” adalah sama dengan cahaya yang tampak, dalam kedudukannya sebagai unsur yang tidak boleh tidak, atau harus ada, bagi pencerapan.

Bahkan, berdasarkan hal ini, “jiwa (ruh) yang melihat” lebih tinggi kedudukannya sebab ia memiliki daya cerap dan dengannya pula suatu pencerapan dapat terwujud. Adapun cahaya itu sendiri tidak memiliki daya cerap dan tidak pula mewujudkan pencerapan, tapi ia hanya “menyimpan pencerapan”. Itulah sebabnya kata “cahaya” lebih tepat digunakan untuk “cahaya yang melihat”, bukannya untuk sembarang cahaya.

Maka, orang pun menggunakan kata “cahaya” untuk “cahaya mata yang melihat”, seperti dalam ungkapan tentang kelelawar : “Cahaya matanya lemah”, tentang orang bermata rabun : “:Cahaya penglihatannya leman” dan tentng orang buta : “Dia kehilangan cahaya matanya”. Mengapa warna hitam dalam biji mata dikatakan bahwa dia “memusatkan dan menguatkan cahaya mata.”. demikian pula tentang bulu mata yang mengelilingi mata, dan oleh hikmah Ilahiah dijadikan berwarna hitam, agar “memusatkan cahaya mata”. Adapun tentang warna putih : “membiaskan cahaya mata” dan karena itu “melemahkan cahayanya”, sehingga seseorang yang terus menerus memandang ke arah sesuatu yang berwarna putih kemilau, terutama sekali cahaya matahari, maka cahaya matanya akan melemah dan melenyap sebagaimana melenyapnya sesuatu yang lemah bila berada di samping yang kuat.

Dengan uraian di atas, Anda mengetahui bahwa “ruh yang melihat” disebut “cahaya” dan bahkan ia lebih patut menyandang nama itu. Inilah makna kedua, yakni yang berlaku di kalangan orang-orang khusus.

What’s new

Version 1.0.0 · Updated May 19, 2026

+ Update app. 0526 pengembangan aplikasi 25

Alternatives to Misykat Al-Anwar

Looking for apps like Misykat Al-Anwar? Here are 6 similar Android apps on Google Play. All of them are free to download.

Misykat Al-Anwar vs. alternatives
App Rating Price Installs Last updated Compare
Misykat Al-Anwar – Free 500+ May 19, 2026
Terjemahan Kitab Al Hikam – Free 1,000+ May 19, 2026 Compare
Cerita Kisah Motivasi Islami – Free 1+ Feb 1, 2024 Compare
Kitab Syarah Aqidah Thahawiyah – Free 1,000+ May 8, 2025 Compare
Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar – Free 500+ – Compare
Sosiologi Pedesaan – Free 100+ May 8, 2025 Compare
Pendidikan Kewarganegaraan – Free 1,000+ – Compare

Compare Misykat Al-Anwar with the top alternatives: ratings, updates, ASO score and keyword gaps →

Similar apps on Google Play