Misykat Al-Anwar
AdaraStudio Books & Reference Contains ads
The translation of the Misykat Al Anwar Book can be used as a reference and study.
- Downloads
- 653+
- on Google Play
- Price
- Free
- No in-app purchases
- Updated
- May 19
- 2026 · v1.0.0
Screenshots
About Misykat Al-Anwar
Terjemah Kitab Misykat Al Anwar diantara isinya membahas tentang cahaya dalam Pengertian Kaum Khusus
Telah diketahui bahwa rahasia cahaya dan ruhnya ialah ketampakkannnya bagi suatu daya cerap. Akan tetapi pencerapan tergantung, selain pada adanya cahaya, jug adanya mata yang memiliki daya lihat. Meskipun cahaya disebut sebagai sesuatu yang tampak dan menampakkan, tidak ada suatu cahaya yang tampak dan menampakkan bagi orang buta. Dengan demikian, dapatlah disimpulkan bahwa “jiwa (ruh) yang melihat” adalah sama dengan cahaya yang tampak, dalam kedudukannya sebagai unsur yang tidak boleh tidak, atau harus ada, bagi pencerapan.
Bahkan, berdasarkan hal ini, “jiwa (ruh) yang melihat” lebih tinggi kedudukannya sebab ia memiliki daya cerap dan dengannya pula suatu pencerapan dapat terwujud. Adapun cahaya itu sendiri tidak memiliki daya cerap dan tidak pula mewujudkan pencerapan, tapi ia hanya “menyimpan pencerapan”. Itulah sebabnya kata “cahaya” lebih tepat digunakan untuk “cahaya yang melihat”, bukannya untuk sembarang cahaya.
Maka, orang pun menggunakan kata “cahaya” untuk “cahaya mata yang melihat”, seperti dalam ungkapan tentang kelelawar : “Cahaya matanya lemah”, tentang orang bermata rabun : “:Cahaya penglihatannya leman” dan tentng orang buta : “Dia kehilangan cahaya matanya”. Mengapa warna hitam dalam biji mata dikatakan bahwa dia “memusatkan dan menguatkan cahaya mata.”. demikian pula tentang bulu mata yang mengelilingi mata, dan oleh hikmah Ilahiah dijadikan berwarna hitam, agar “memusatkan cahaya mata”. Adapun tentang warna putih : “membiaskan cahaya mata” dan karena itu “melemahkan cahayanya”, sehingga seseorang yang terus menerus memandang ke arah sesuatu yang berwarna putih kemilau, terutama sekali cahaya matahari, maka cahaya matanya akan melemah dan melenyap sebagaimana melenyapnya sesuatu yang lemah bila berada di samping yang kuat.
Dengan uraian di atas, Anda mengetahui bahwa “ruh yang melihat” disebut “cahaya” dan bahkan ia lebih patut menyandang nama itu. Inilah makna kedua, yakni yang berlaku di kalangan orang-orang khusus.
Telah diketahui bahwa rahasia cahaya dan ruhnya ialah ketampakkannnya bagi suatu daya cerap. Akan tetapi pencerapan tergantung, selain pada adanya cahaya, jug adanya mata yang memiliki daya lihat. Meskipun cahaya disebut sebagai sesuatu yang tampak dan menampakkan, tidak ada suatu cahaya yang tampak dan menampakkan bagi orang buta. Dengan demikian, dapatlah disimpulkan bahwa “jiwa (ruh) yang melihat” adalah sama dengan cahaya yang tampak, dalam kedudukannya sebagai unsur yang tidak boleh tidak, atau harus ada, bagi pencerapan.
Bahkan, berdasarkan hal ini, “jiwa (ruh) yang melihat” lebih tinggi kedudukannya sebab ia memiliki daya cerap dan dengannya pula suatu pencerapan dapat terwujud. Adapun cahaya itu sendiri tidak memiliki daya cerap dan tidak pula mewujudkan pencerapan, tapi ia hanya “menyimpan pencerapan”. Itulah sebabnya kata “cahaya” lebih tepat digunakan untuk “cahaya yang melihat”, bukannya untuk sembarang cahaya.
Maka, orang pun menggunakan kata “cahaya” untuk “cahaya mata yang melihat”, seperti dalam ungkapan tentang kelelawar : “Cahaya matanya lemah”, tentang orang bermata rabun : “:Cahaya penglihatannya leman” dan tentng orang buta : “Dia kehilangan cahaya matanya”. Mengapa warna hitam dalam biji mata dikatakan bahwa dia “memusatkan dan menguatkan cahaya mata.”. demikian pula tentang bulu mata yang mengelilingi mata, dan oleh hikmah Ilahiah dijadikan berwarna hitam, agar “memusatkan cahaya mata”. Adapun tentang warna putih : “membiaskan cahaya mata” dan karena itu “melemahkan cahayanya”, sehingga seseorang yang terus menerus memandang ke arah sesuatu yang berwarna putih kemilau, terutama sekali cahaya matahari, maka cahaya matanya akan melemah dan melenyap sebagaimana melenyapnya sesuatu yang lemah bila berada di samping yang kuat.
Dengan uraian di atas, Anda mengetahui bahwa “ruh yang melihat” disebut “cahaya” dan bahkan ia lebih patut menyandang nama itu. Inilah makna kedua, yakni yang berlaku di kalangan orang-orang khusus.
What’s new
Version 1.0.0 · Updated May 19, 2026
+ Update app. 0526 pengembangan aplikasi 25
Alternatives to Misykat Al-Anwar
Looking for apps like Misykat Al-Anwar? Here are 6 similar Android apps on Google Play. All of them are free to download.
-
Terjemahan Kitab Al Hikam
-
Cerita Kisah Motivasi Islami
-
Kitab Syarah Aqidah Thahawiyah
-
Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar
-
Sosiologi Pedesaan
-
Pendidikan Kewarganegaraan
| App | Rating | Price | Installs | Last updated | Compare |
|---|---|---|---|---|---|
| Misykat Al-Anwar | – | Free | 500+ | May 19, 2026 | |
| Terjemahan Kitab Al Hikam | – | Free | 1,000+ | May 19, 2026 | Compare |
| Cerita Kisah Motivasi Islami | – | Free | 1+ | Feb 1, 2024 | Compare |
| Kitab Syarah Aqidah Thahawiyah | – | Free | 1,000+ | May 8, 2025 | Compare |
| Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar | – | Free | 500+ | – | Compare |
| Sosiologi Pedesaan | – | Free | 100+ | May 8, 2025 | Compare |
| Pendidikan Kewarganegaraan | – | Free | 1,000+ | – | Compare |
Compare Misykat Al-Anwar with the top alternatives: ratings, updates, ASO score and keyword gaps →
Similar apps on Google Play
- Terjemahan Kitab Al Hikam
- Cerita Kisah Motivasi Islami
- Kitab Syarah Aqidah Thahawiyah
- Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar
- Sosiologi Pedesaan
- Pendidikan Kewarganegaraan
- Kimiau Assa'adah
- Amalan Puasa Ramadhan
- Kitab Strategi Jin
- Hikmah Bulan Rajab & Sya'ban
- Kisah Teladan Tokoh Islami
- Doa Harian Muslim
- Amalan Sunah Sehari-hari
- Fadhilah Al-qur'an
- Kitab Al Jawabul Kafi
- Kitab Al Adab fiddin
- Terjemah Sirah Nabawiyah
- Terjemah Kitab Belenggu Nafsu
- Futuh Al-Ghaib Terjemah
- Sab'iyyat Fi Mawaizhil Bariyat
- Mahkota Pengantin
- Terjemah Kitab Sirrul Asrar
- Kitab Hukum Ekonomi Islam
- Terjemah Kitab Fihi Ma Fihi
- Meneladani Ahklak Nabi
- Terjemah Risalatul Qusyairiyah
- Kitab Al Mawaqif Walmukhotobat
- Kitab Kado Untuk Suami Istri
- Kitab Pembatal Keislaman
- Kitab Meraih Cinta Ilahi
- Terjemah Kitab Fathur Rabbani
- Kitab Cerdas Memilih Jodoh
- Budidaya Buah Naga
- Kitab Tafsir Mimpi Lengkap
- Resep Mie Goreng Spesial
- Kitab Pesona Surga
- Tanda Akhir Zaman
- Merajut Rumah Tangga Bahagia
- Bihun Goreng Spesial
- Kitab Hukum Puasa
- Pengantar Sosiologi Pendidikan
- Rukun Islam & Iman
- Kitab Tamasya Kesurga
- Kitab Thaifah Manshurah
- Mendulang Manfaat Sedekah
- Balasan Setimpal Perbuatan
- Budidaya Ikan Cupang Hias
- Manajemen Pendidikan Islam
- Kitab Sharimul Maslul Terjemah
- Kitab Cinta Dan Rindu
- Terjemah Ktab Kifayatul Akhyar
- Amalan Tuhfatus Saniyah
- Kitab Ada Apa Dengan Riba
- Daulah Bani Saljuk
- Kitab Dzammul Hawa
- Sejarah Pahlawan Nasional
- Kisah Teladan Orang Saleh
- Pribadi Akhlakul Karimah
- Pendidikan Karakter Islam
- Pengantar Ekonomi Syariah
- Fikih Ibadah Harian
- Panduan Keluarga Sakinah
- Tazkiyatun Nafs Terjemah
- Taman Orang Jatuh Cinta
- Dinamika Peradaban Islam
- Ekonomi & Keuangan Islam
- Sejarah Hukum Islam
- Khilafah Bani Umayyah
- Mengenal Pribadi Agung Nabi
- Kitab Irsyadul 'Ibad
- Pengobatan Penyakit Hati
- Sejarah Ka'bah
- Zuhud & Kelembutan Hati
- Kitab Keajaiban Hati
- Dikejar Rezeki Dari Sedekah
- Alam Jin Dan Setan
- Ilmu Kedokteran Nabi
- Kitab Fikih Kesehatan
- Shaidul Khatir
- Bekal Kehidupan Abadi
- Menuai Pahala Setelah Kematian
- Al Lu'lu Wal Marjan
- Kitab Mukhtasar Jamiul Ulum
- Tarbiyatul Aulad
- Al Bidayah Wa An Nihayah
- Terjemah Harta Haram
- Penyucian Jiwa Dalam Islam
- Ruqyah Jin Sihir & Terapinya
- Kitab Bidayatul Mujtahid
- Terjemah Fadhilah Amal
- Kitab Talbis Iblis
- Kitab Hidup Setelah Mati